Simak Rekomendasi Saham Perbankan Besar Usai Laporan Keuangan Semester I-2022

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jajaran bank besar berhasil membukukan laba besar di tengah tekanan ekonomi global dan inflasi global yang mengancam. Analis pun melihat saham bank besar semakin menarik untuk dikoleksi.

Liat saja, BMRI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih 61,7% year on year (yoy) menjadi Rp 20,2 triliun hingga semester 1-2022. BMRI pun optimistis bisa mengejar pertumbuhan kredit di sepanjang 2022 menjadi 11% yoy dari sebelumnya hanya 8%.

Sejalan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meraup laba bersih sebesar Rp 24,87 triliun, atau melonjak 98,4% yoy dari Rp 12,54 triliun di semester I-2021. BRI juga ini masih yakin bisa mengejar pertumbuhan kredit dalam kisaran 9%-11%.

Sedangkan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 24,9% yoy dari Rp 14,45 triliun menjadi Rp 18,04 triliun di semester 1-2022. BCA pun merevisi target kredit dari 8% menjadi 10% untuk sepanjang tahun ini.

Adapun Bank Danamon (BDMN) meraih laba bersih senilai Rp 1,7 triliun atau melonjak 70% secara yoy. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit di seluruh lini bisnis mencapai 6% yoy menjadi Rp 139,7 triliun pada Juni 2022.

Melihat semakin solidnya kinerja bank besar, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus bilang, saham emiten bank besar cukup menarik untuk dikoleksi.

Baca juga: Gesit dan Taktis di Pasar Modal

Namun, ia lebih suka memilih BBRI, BBCA, BMRI. Meskipun ia mengakui BDMN menarik apalagi secara secara year to date, saham Bank Danamon sudah naik 5,96% hingga saat ini.

“Tapi secara potensi valuasi tertentu akan berbeda dalam melihat potensi capital gain. Kebetulan BDMN belum masuk ke dam stock pick up kami,” ujarnya kepada Kontan.co.id pada Kamis (28/7).

Dalam jangka panjang, Nico memasang target harga jangka panjang untuk BBCA di Rp 8.332, BBRI di Rp 5.374, BMRI di level Rp 10.005, dan BBNI di posisi Rp 10.114.

Ia mengatakan mengoleksi saham blue chip dengan fundamental yang baik merupakan salah satu kesempatan tatkala harganya mengalami penurunan di tengah pasar yang penuh tekanan. Apalagi kalau memiliki potensi valuasi di masa yang akan datang.

“Kalau kemarin harganya mengalami kenaikan belum sempat masuk, tatkala koreksi inilah yang menjadi sebuah kesempatan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan terdapat beberapa sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan dua emiten ini. Mulai kenaikan tingkat suku bunga The Fed maupun BI Rate hingga ketidakpastian global.

Baca juga: BEI Target Kapitalisasi Pasar Rp13.500 Triliun Pada 2026, Ini Komentar Guru Besar UI

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai perbaikan kinerja bank besar cukup menggembirakan dan akan berdampak positif ke indeks harga saham gabungan (IHSG) karena bobot mereka cukup besar di IHSG.

“Satu concern saya cuma apakah provisi atau cadangan non performing loan (NPL) bank ini sudah mencukupi atau wajar. Jika sudah wajar/cukup, menarik untuk dikoleksi,” tambah Rudi.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul “Simak Rekomendasi Saham Perbankan Besar Usai Laporan Keuangan Semester I-2022”. Link selengkapnya di sini: https://keuangan.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-perbankan-besar-usai-laporan-keuangan-semester-i-2022.

Reporter: Maizal Walfajri
Editor : Anna Suci Perwitasari

Related Posts

Budi Frensidy

Experienced Lecturer with a demonstrated history of working in the financial services industry. Skilled in Analytical Skills, Lecturing, Macroeconomics, Behavioral Finance, and Management. Strong education professional with a Doktor focused in Keuangan from Universitas Indonesia.

Recent Articles

11
July 30, 2022
Perbaikan Fundamental Jadi Penyebab Saham-Saham Ini Bangkit dari Zona Gocap
11
July 29, 2022
Budi Frensidy Soroti Pentingnya Matematika Keuangan untuk Pahami Investasi
11
July 28, 2022
Peran Influencer Dibalik Kenaikan Harga Saham Second Liner

Tag Cloud

Post Category