Kode Domisili Investor Asing dan Domestik Mau Ditutup, Ini Jawaban Guru Besar UI

Kode Domisili Investor Asing dan Domestik Mau Ditutup

Bisnis.com, JAKARTA – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia Budi Frensidy mengaku setuju dengan penutupan kode investor Asing-Domestik alias penutupan kode domisili oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).nSama dengan pernyataan Bursa Efek Indonesia. Budi menyampaikan penutupan kode domisili tersebut merupakan langkah memberikan perlindungan kepada investor dari praktik herding behaviour.

“Jadi, ini memaksa investor melakukan analisis sendiri dan tidak ikut-ikutan yang hype atau investor asing,” jelas Budi kepada Bisnis. Budi juga mengatakan bahwa praktik herding behavior masih marak di pasar modal Indonesia dan menjadi andalan para trader.

Dengan diberlakukannya penutupan kode domisili pada 27 Juni 2022 mendatang. Budi mengaku transparansi perdagangan menjadi berkurang. Sebelumnya, surat edaran BEI kepada Direksi Anggota Bursa Efek,  menyampaikan akan mengimplementasikan penutupan kode domisili pekan mendatang. Sesuai dengan tindak lanjut dari Surat Bursa Efek Indonesia dengan Nomor S-04224/BEILIBI/05-2022.

Direktur BEI Laksono W. Widodo dan Fithri Hadi dalam surat Nomor S-04920/BEI.IBI/06-2022 tersebut menjelaskan surat sebelumnya terkait dengan penutupan kode domisili investor. Yang aka dilakukan pada area replika JATS pada tanggal 27 Mei 2022 lalu dan rencana implementasi penutupan kode domisili investor. “Dengan ini kami sampaikan kembali bahwa penutupan kode domisili investor akan diimplementasikan pada tanggal 27 Mei 2022,” tulis Laksono dan Fithri dalam surat tersebut.

Pada akhir tahun lalu, BEI telah mengumumkan rencana penutupan kode broker dan juga domisili investor dalam fitur Jakarta JATS. Di mana penutupan kode broker sendiri telah mulai diimplementasikan pada 6 Desember 2021 lalu. Sehingga investor tidak bisa mendapatkan informasi real time kode broker yang melakukan transaksi.

Sesuai dengan rencana BEI, enam bulan setelah penutupan kode broker kemudian akan mulai merealisasi penutupan kode domisili. Atau yang biasa dilihat investor sebagai informasi tipe investor asing atau domestik. BEI menyebutkan bahwa penghapusan informasi real time kode broker dan domisili investor bertujuan untuk memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior.

disadur dari: https://market.bisnis.com/read/20220622/7/1546633/kode-domisili-investor-asing-dan-domestik-mau-ditutup-ini-jawaban-guru-besar-ui

Related Posts

Budi Frensidy

Experienced Lecturer with a demonstrated history of working in the financial services industry. Skilled in Analytical Skills, Lecturing, Macroeconomics, Behavioral Finance, and Management. Strong education professional with a Doktor focused in Keuangan from Universitas Indonesia.

Recent Articles

11Tingkat Bunga: Variabel Terpenting Pasar Keuangan
October 4, 2022
Tingkat Bunga: Variabel Terpenting Pasar Keuangan
11IHSG Tertekan Jelang Rapat The Fed dan Dewan Gubernur Bank Indonesia
October 3, 2022
IHSG Tertekan Jelang Rapat The Fed dan Dewan Gubernur Bank Indonesia
11Saham Perbankan yang Menarik di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga
October 2, 2022
Saham Perbankan yang Menarik di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga

Tag Cloud

Post Category